www.dolvi criswanto.com

Sabtu, 12 Mei 2012

ASKEP Anak Demam Berdarah Dengue


TINJAUAN TEORITIS

A.  Pengertian
DHF (Dengue Haemorhagic Fever) atau DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

B.  Etiologi
      Virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti

C.  Tanda dan gejala:
-    Demam tinggi selama 5-7 hari
-    Perdarahan terutama perdarahan di bawah kulit
-    Anoreksia, mual dan muntah, diare, konstipasi
-    Sakit kepala
-    Pembengkakan sekitar mata
-    Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, nadi cepat dan lemah)
-    Hematuria, melena, epistaksis, hematemesis
-    Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar geteh bening.

D.  Klasifikasi
Derajat I           : Demam, uji torniqet positif, trombositopeni dan  hemokonsentrasi
Derajat II         : Perdarahan spontan di kulit
Derajat III        : Kegagalan sirkulasi (nadi cepat dan lemah, hipotensi, kulit dingin, lembab, gelisah)
Derajat IV        : Renjatan berat (denyut nadi dan tekanan darah tidak dapat diukur)




E.  Patofisiologi
                             Infeksi virus Dengue







 


                   Kompleks Virus-Antibody                 Depresi sum-sum tulang
                                                                                              
           Aktivasi komplemen                       Perdarahan  : trombositopenia
                          
          Anti histamin dilepaskan
                          
   Permeabilitas membran meningkat
                          
            Kebocoran plasma
                         
                  Hipovolemia
                         
   Renjatan hipovolemia, hipertensi
                          
               Asidosis metabolik

F.  Penatalaksanaan
-          Minum banyak
-          Antipiretik jika hiperpireksia
-          Kompres dingin
-          Antikonvulsan jika terdapat kejang
-          Pemberian cairan melalui infus (jika pasien mengalami kesulitan minum dan nilai hematokrit cenderung meningkat)

G.  Komplikasi
-          Syok
-          Kematian



ASUHAN KEPERAWATAN

1.       Pengkajian
1)      Identitas pasien
Nama                                       :
Umur                                       :
Jenis kelamin                           :
Alamat                                                :
Agama                                     :
Suku/bangsa                            :
Tanggal MRS                          :
Tanggal pengkajian                 :
Ruangan                                  :
Diagnosa medis                       :
No. Med. Rec.                                    :
2)      Identitas penanggung jawab
Nama orang tua                       :
Agama                                     :
Pendidikan                              :
Pekerjaan                                 :
Alamat                                                :
Umur                                       :

2.       Riwayat Kesehatan
1)      Riwayat kesehatan sekarang
-          Keluhan utama
Pasien dengan DBD biasanya datang dengan keluhan panas tinggi dengan keluhan yang menyertai demam, anoreksia, mual-muntah, perdarahan terutama perdarahan dibawah kulit.
2)      Riwayat kesehatan dahulu
-          Kaji penyakit yang pernah diderita. Pada DBD biasanya pasien bisa mengalami serangan ulang DBD dengan tipe virus yang lain
-          Kaji riwayat kehamilan/persalinan (prenatal, natal, neonatal, posnatal, riwayat tumbang, dan riwayat imunisasi.

3)      Riwayat kesehatan keluarga
Kaji apakah dalam keluarga pernah mengalami penyakit yang sama atau penyakit lainnya.
4)      Riwayat sosial
Kaji hubungan pasien dengan keluarganya
5)      Riwayat kesehatan lingkungan
Pasien DBD biasanya berada dilingkungan yang kurang bersih dan padat penduduknya.
6)      Kebutuhan dasar
a.       Pola nafas : Frekuensi pernafasan meningkat
b.       Nutrisi : Pasien dengan DBD mengalami anoreksia, mual dan muntah
c.       Eliminasi : - Bak : Pada grade IV sering terjadi hemafuria
                                     - Bab : Pada grade III-IV sering terjadi melena.
d.      Istirahat dan tidur : Pada tidur pasien mengalami perubahan karena hipertermia dan pengaruh lingkungan rumah sakit yang ribut
e.       Aktifitas : Pergerakan yang berhubungan dengan sikap aktifitas pasien terganggu
f.        Kebersihan dan kesehatan tubuh : Pemenuhan kebersihan dan kesehatan tubuh pasien dibantu.
7)      Pemeriksaan fisik
a.       Keadaan umum    : Lemah
b.       Kesadaran            : - Grade I       : Compos mentis
  - Grade II      : Compos mentis
  - Grade III    : Apatis
  - Grade IV    : Koma.
c.       TTV          : TD : Menurun
  R    : Meningkat
  N    : Menurun
  SB  : Meningkat
Wajah               : Ekspresi wajah meringis
Kulit                 : Adanya petekia, turgor kulit menurun
Kepala              : Terasa nyeri
Mata                 : Anemis
Hidung             : Kadang mengalami perdarahan
Mulut               : Mukosa mulut kering, terjadi perdarahan gusi, dan nyeri  tekan
Dada                : Bentuk simetis dan kadang-kadang sesak, ronchi.
Abdomen         : Nyeri tekan, pembesaran hati (hepatomegali)
Ekstremitas      : Akral dingin, sering terjadi nyeri otot, sendi, dan tulang.
8)      Pemeriksaan penunjang
a.       Hemoglobin
b.       Hematokrit
c.       Hitung trombosit
d.      Uji serologi
e.       Dengue blot
f.        HIA

Analisa Data
No
Data
Etiologi
Masalah
1
-    Hipertermia
-    Demam
-    Gelisah
-    Keringat banyak
Ivasi virus dengue
Infeksi virus dengue dalam tubuh
Melepaskan endotoksin
Merangsang sistem imun
Respon tubuh
Terjadi inflamasi
Merangsang hipotalamus
Peningkatan suhu tubuh
Peningkatan suhu tubuh
2
-    Anoreksia
-    Mual/muntah
-    Tampak lemah
-    Berat badan menurun
Respon peningkatan suhu tubuh
Merangsang medulla vonithing centre
Anoreksia
Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3
-    Epistaksis
-    Perdarahan gusi
-    Perdarahan kulit
-    Uji tornikuet positif
-    memar
Trombositopeni
Gangguan fungsi trombosit
Kelainan fungsi koagulasi
perdarahan
Potensial terjadi perdarahan
4
-      Mual/muntah
-      Turgor kulit jelek
-      Mulut dan bibir kering
-      Keringat banyak
-      Intake/output tidak seimbang
Peningkatan suhu tubuh
Merangsang medula vomiting centre
Anoreksia
Peningkatan asam lambung
Mual/muntah
Pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan
Gangguam pemebuhan istirahat dan tidur
5
-    Pasien tidak dapat tidur
-    Tampak lemah dan lesuh
-    Nyeri epigastrium
Stimulus nyeri
Merangsang susunan saraf otonom mengaktifasi norephinephrin
Saraf simptis terangsang untuk mengaktivasi RAS mengaktifkan kerja organ tubuh
REM menurun
Pasien terjaga
Gangguan pemenuhan istirahat dan tidur


Asuhan Keperawatan
No
Diagnosa keperawatan
Tujuan
intervensi
rasional
1
Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan invasi virus dengue ditandai dengan
-          Hipertermia
-          Demam
-          Gelisah
-          Keringat banyak
Suhu tubuh kembali normal
-       Observasi tanda-tanda vital



-       Berikan kompres dingin

-       Anjurkan untuk banyak minum

-       Kolaborasi dalam pemberian antipiretik dan antibiotik
-    Dengan mengobservasi tanda-tanda vital dapat menunjukkan respon dan efek peningkatan suhu tubuh

-    Dengan kompres dingin dapat menurunkan suhu tubuh
-    Dengan banyak minum dapat menggantikan cairan yang keluar
-    Dengan pemberian antipiretik dan antibiotik dapat mengontrol demam dan panas
2
Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia ditandai dengan
-          Mual/muntah
-          Tampak lemah
-          Berat badan menurun
Kebutuhan nutrisi terpenuhi
-       Kaji pola makan pasien, makanan yang disukai dan tidak disukai
-       Jelaskan pada pasien tentang pentingnya makanan bagi kesembuhan penyakitnya
-       Lakukan perawatan mulut sesudah dan sebelum makan
-       Anjurkan makan dengan porsi kecil tapi sering
-       Timbang berat badan pasien
-    Membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan nutrisi pasien
-    Memotivasi pasien untuk makan


-    Memberikan rasa segar pada saat makan
-    Mencegah pasien merasa mual

-    Memberikan terapi tentang keektifan terapi
3
Potensial terjadi perdarahan berhubungan dengan penurunan faktor pembeku darah trombosit akibat virus dengue ditandai dengan
-          Epistaksis
-          Perdarahan gusi
-          Perdarahan kulit
-          Uji tornikuet positif
-          Memar 

Perdarahan tidak terjadi
-       Observasi tanda-tanda vital


-       Observasi hasil pemeriksaan laboratorium
-    Dengan mengobservasi tanda-tanda vital dapat mengetahui respon dan efek perdarahan
-    Sebagai patokan klinis dapat menetukan diagnosis banding
4
Potensial gangguan keseimbanan cairan dan elektrolit berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh ditandai dengan
-          Mual/muntah
-          Turgor kulit jelek
-          Mulut dan bibir kering
-          Keringat banyak
-          Intake/output tidak seimbang
Keseimbangan cairan dan eletrolit terpenuhi
-       Observasi tanda-tanda vital


-       Anjurkan pasien untuk banyak minum
-       Observasi intake output

-       Kolaborai pemberian cairan infus sesuai kebutuhan
-       Observasi hasil pemeriksaan laboratorium
-       Dengan mengobservasi tanda-tanda vital dapat diketahui perkembangan keadaan pasien
-       Dengan banyak minum dapat menggantikan cairan yang keluar
-       Memberi informasi tentang keseimbangan cairan
-       Menggantikan cairan yang keluar

-       Sebagai patokan klinis dalam menentukan diagnosis banding
5
Gangguan pemenuhan istirahat dan tidur berhubungan dengan stimulus nyeri ditandai dengan
-        Pasien tidak dapat tidur
-        Tampak lemah dan lesu
-        Nyeri epigastrium
Kebutuhan istirahat dan tidur terpenuhi
-    Atur posisi yang nyaman

-    Kolaborasi pemberian obat antibiotik
-    Ciptakan lingkungan yang tenag dengan membatasi pengunjung
-       Posisi yang nyaman dapat membantu menghilangkan nyeri
-       Untuk menghambat proses infeksi

-       Dengan lingkungan yang tenang diharapkan pasien dapat istirahat dengan tenang

1 komentar: