www.dolvi criswanto.com

Jumat, 11 Mei 2012

ASKEP BRONKOPNEUMONIA


BAB  I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
            “ Tiada yang lebih berharga dari nikmat hidup sehat “
Suatu ungkapan yang selalu menjadi patokan setiap orang untuk memperoleh hidup sehat yang optimal. Di Era globalisasi ini dengan perkembangan IPTEK yang semakin pesat ini, ada begitu banyak penyakit yang muncul yang sering membawa keresahan bagi masyarakat, karena dengan begitu cepat dapat merenggut nyawa seseorang. Penyakit tidak pernah mengenal usia, siapapun bisa menjadi tempat sarangnya, entahlah ia bayi, anak, remaja, maupun orang dewasa. Itulah sebabbnya sehingga setiap orang selalu berupaya untuk mempertahankan kesehatannya.
            Melihat masalah diatas, sudah seharusnya setiap perawat dapat memberikan pelayanan perawatan yang profesional pada masyarakat. Untuk itu kami mengangkat masalah dalam makalah ini yaitu Asuhan Keperwatan Pada Anak Dengan Bronkopneumoni yang sekiranya bisa membantu perawat dalam mengatasi masalah perawatan pada anak menderita bronkopneumoni.

B.  Tujuan Penulisan
            Makalah ini ditulis untuk memberikan pengetahuan yang lebih jelas tentang penyakit bronkopneumoni pada anak kepada setiap pembaca lebih khusus pada tenaga perawat.
            Selain itu makalah ini juga disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “ Keperawatan Anak I “ dari Ibu Jeane Utina, Spd, A Kep.

C.  Batasan Makalah
            Dalam penulisan makalh ini, penulis hanya membatsi pada Konsep Dasar Bronkopneumoni dan Asuhan Keperawatan pada anak dengan Bronkopneumoni yang disusun secara teoritis.

D.  Metode Penulisan
            Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode studi kepustakaan dengan mempelajari buku-buku medis dan keperawatan yang berhubungan dengan bronkopneumoni, serta menggunakan metode diskusi.




BAB  II
TINJAUAN TEORITIS

A.  KONSEP DASAR
1.      Defenisi
Bronkopneumoni adalah suatu inflamasi akut yang umum terjadi pada parenkim paru yang lobular.

2.      Tanda Dan Gejala
Penderita bronkopneumoni menunjukkan tanda dan gejala sebagai berikut:
-          Suhu badan meningkat sampai 39 – 40ºC
-          Sesak nafas
-          Dispneu
-          Taki kardi
-          Pernafasan cepat dan dangkal
-          Pernafasan cuping hidung
-          Redup pada perkusi
-          Ronki basah halus nyaring/ronki sedang
-          Batuk dan kering sampai produktif
-          Muntah dan diare
-          Sianosis disekitar mulut dan hidung
-          Sakit kepala, malaise dan mylgia
-          Gelisah

3.      Etiologi
Bronkopneumoni disebabkan oleh bakteri pneumococcus

      4.  Patofisiologi
Bakteri Pneumococcus
Dropplet infeksi
Proses inflamasi
Respon inflamasi

Edema alveolar                       Pembentukan exudat


 
Alveoli dan bronkiolus terisi cairan exudat, sel darah dan fibrin bakteri
Bronkopneumoni

5.  Penatalaksanaan
            Penatalaksanaan untuk penderita bronkopneumoni adalah:
-          Istirahat di tempat tidur
-          Posisi yang nyaman
-          Diberi O2 bila gelisah/sianosis
-          Kompres dingin
-          Diberi cairan infus: biasanya diperlukan campuran glukosa 5% dan NaCl 0,9% dalam perbandingan 3 : 1 ditambah larutan KCl W mEg / 500 ml / botol infus
-          Medikamentosa:
Penisilin 50.000 U/kg BB/hari, ditambah dengan kloramferikol 50 – 70 mg/kg BB/hari atau diberikan antibiotik yang mempunyai spektrum luas seperti ampisilin. Pengobatan ini diteruskan sampai bebas demam 4 – 5 hari.
6.  Komplikasi
            Dengan penggunaan antibiotik, komplikasi hampir tidak pernah dijumpai. Komplikasi yang dapat dijumpai ialah empiema, otitis media akut. Komplikasi lain seperti meningitis, perikarditis, osteomiclitis, peritonitis namun jarang ditemui.










BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

1.      Pengkajian
a.       Identitas
1)      Identitas pasien
Nama                                :
Umur                                :
Jenis Kelamin                   :
Alamat                              :
Agama                              :
Suku/Bangsa                    :
Tanggal MRS                   :
Tanggal Pengkajian          :
Ruangan                           :
Diagnosa Medis               :
No. Med. Rec                   :
2)      Identitas Penanggung Jawab
Nama Ayah                      :
Agama                              :
Pendidikan                       :
Pekerjaan                          :
Alamat                              :
Umur                                :
Nama Ibu                         :
Agama                              :
Umur                                :
Pendidikan                       :
Pekerjaan                          :
Alamat                              :

b.      Riwayat Kesehatan:
1)      Riwayat kesehatan sekarang:
a.           Keluhan utama :  Biasanya keluhan utama yang membuat orang tua pasien membawa anaknya ke Rumah Sakit adalah sesak nafas
b.                                                                  Riwayat keluhan utama: -
c.           Keluhan yang menyertai : Keluhan lain yang biasanya menyertai keluhan utama adalah suhu badan meningkat, batu dan kejang-kejang karena demam yang tinggi. Selain itu pasien juga mengalami muntah dan diare.
d.               - Keadaan umum : Keadaan umum pasien dengan  bronkopneumoni biasanya tampak lemah dan gelisah.
- TTV       : Respirasi cepat dan dangkal, takikardi, suhu   badan meningkat
-   TB        :
-   BB       :
2)      Riwayat kesehatan dahulu :
a.         Riwayat kehamilan/persalinan : Penyakit bronkopneumoni tidak dipengaruhi oleh adanya gangguan atau kelainan pada kehamilan/persalinan
b.         Riwayat tumbang:
c.         Riwayat imunisasi:
3)      Riwayat keluarga :
Biasanya dalam keluarga pasien, ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan pasien.
4)      Riwayat sosial :
Siapa yang merawat anak dan hubungannya dengan anak sangat mempengaruhi terjadinya bronkopneumonia.
5)      Riwayat kesehatan lingkungan :
Anak yang tinggal dirumah yang kecil/sempit dan penghuninya banyak dengan salah satu penghuninya telah terinfeksi oleh bakteri pneumococcus, lebih mudah untuk terinfeksi/terjangkit sampai terjadi bronkopneumoni.
Sumber air minum, pembuangan sampah dan air kotor juga bisa mempengaruhi terjadinya brokopneumoni yang bisa dibawa oleh bakteri.
6)      Kebutuhan dasar
a)      Pola nafas : Pasien dengan bronkopneumoni mengalami pernafasan sempit dan dangkal, pernafasan cuping hidung, dengan irama inreguler.
b)      Pola makan : Pasien sering tidak mau makan atau minum karena batu dan sesak, bahkan sampai dimuntahkan kembali makanan yang dimasukkan.
c)      Pola eliminasi : Biasanya pola eliminasi pasien terganggu karena adanya perubahan pola makan, intake yang kurang dan pasien bisa diare.
d)     Pola istirahat dan tidur : Pasien sering tidak bisa tidur dengan nyenyak karena apabila sesak nafas atau batuk, pasien terbangun.
e)      Pola aktivitas : Biasanya tergantung pada tahap perkembangannya, misalnya bermain dengan warna-warna terang, kontak mata antara anak dengan orang tuanya. Namun jika pasien dengan pasien bronkopneumoni, kurang beraktivitas.
f)       Pola kebersihan diri : Untuk pemenuhan kebersihan diri pasien, biasanya dilakukan oleh orang tuanya dan dibantu oleh perawat.
7)  Pemeriksaan fisik
a)      Keadaan umum : Pasien tampak lemah dan gelisah
b)      Kesadaran : Composmentis
c)      TTV :
                                  TD       : Meningkat
                                  N          : Takikardi
                                  R          : Cepat dan dangkal
                                  SB        : Meningkat
                                  TB        : -
                                  BB       : -
d)     Kepala : Kulit kepala biasanya lembab, rambut basah/berminyak
1)      Mata  : Gerakan bola mata seringkali tegang, panas yang tinggi dapat menyebabkan konjungtiva anemis
2)      Telinga : -
3)      Hidung : Biasanya ada sekret/beringus, sianosir, cuping hidung.
4)      Mulut : Sianosis, bibir kering
5)      Kulit : Biasanya turgor kulit jelek kekurangan volume cairan
e)      Thorax dan perut
1)      Thorax :
Ø  Inspeksi     :
Ø  Palpasi       :
Ø  Perkusi      :
Ø  Auskultasi :
2)      Perut :
Ø  Inspeksi     :
Ø  Palpasi       :
Ø  Perkusi      :
Ø  Auskultasi :
3)      Jantung :
f)       Genetalia   :
g)      Anus          :
h)      Ekstemitas : Panas pada perabaan
i)        Neurolog   : Pasien biasanya masih berespon terhadap refleks fisiologis
j)        Pemeriksaan Penunjang
1.        Foto thoraks : Pada Foto thoraks bronkopneumonia terdapat bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus. Jika pada pneumoni lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus.
2.        Pemeriksaan laboratorium : Gamburan darah tepi menunjukkan leukositosis, dapat mencapai 15.000-40.000/mm³ dengan pergeseran kekiri. Kuman penyebab dapat dibiak dari usapan tenggorok, dan mungkin juga dari darah. Urin biasanya berwarna lebih tua, mungkin terdapat albuminuria ringan karena suhu yang naik dan sedikit torak nialin. Analisis gas darah arteri dapat menunjukkan osidisis metalistik dengan atau tanpa retensi CO2.

2.  Klasifikasi Data
Pasian dengan bronkopneumoni biasanya ditemukan data-data sebagai berikut:
Ø  Data subjektif :
-                     Orang tua mengatakan bahwa anaknya sesak nafas, panas, batuk
-                     Orang tua mengatakan bahwa anaknya muntah saat makan
-                     Orang tua mengatakan anaknya sulit tidur kalau batuk dan sesak
-                     Orang tua mengatakan mengerti dengan proses penyakit anaknya
-                     Orang tua mengatakan belum tahu cara perawatan bagi anaknya.
Ø  Data objektif :
-          Keadaan umum : Tampak lemah
-          Suhu badan meningkat
-          Sesak nafas
-          Tampak gelisah
-          Pernafasan cepat dan dangkal
-          Pernafasan cuping hidung
-          Dispnea
-          Takikardi
-          Batuk produktif
-          Ronki
-          Redup pada perkusi
-          Sianosis di sekitar mulut dan hidung
-          Bibir kering
-          Muntah
-          Sulit tidur
-          Sering menangis
-          Gerakan bola mata tegang
-          Konjungtiva anemis
-          Orang tua tampak cemas
-          Orang tua bertanya tentang proses penyakit anaknya
-          Orang tua bertanya tentang perawatan anaknya.

3.  Analisa Data
No.
DATA
ETIOLOGI
MASALAH
1
DS:   Orang tua pasien mengatakan bahwa anaknya sesak nafas
DO:  -  Pasien sesali
-    Dispnea
-    Pernafasan cepat dan dangkal
-    Pernafasan Cuping Hidung
-    Ronki
-    Batuk Produktif
-    Takikardi
Respon inflamasi
Pembentukan edima
Peningkatan produksi sputum
Kurangnya suplay O2
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Bersihan nafas tidak efektif
2
DS:   Orang tua pasien mengatakan bahwa anaknya muntah saat makan
DO:  - Suhu badan  meningkat
-    Sianosis
-    Bibir kering
-    Takikardi
-    Muntah
-    Konjungtiva anemis
Respon inflamasi
Demam, berkeringat banyak, muntah
Kehilangan cairan
Intake kurang
Kurangnya volume cairan
Kurangnya volume cairan
3
DS:   Orang tua pasien mengatakan bahwa anaknya sulit tidur
DO:  - Sesak nafas
-    Batuk
-    Tampak gelisah
-    Sulit tidur
-    Konjugtiva anemis
-    Gelisah
-    Sering menagis
Rangsangan berupa peningkatan frekuensi nafas dan batuk produktif
Merangsang susunan saraf
Mengaktifkan kerja organ
REM menurun
Pasien terjaga
Gangguan pola tidur
Gangguan pola tidur
4
DS:   Orang tua pasien mengatakan tidak mengerti dengan prose penyakit anaknya
DO:  -  Anak sesak nafas
-    Anak tampak gelisah
-    Anak tampak lemah
-    Gerakan bola mata tegang
-    Orang tua bertanya-tanya tentang proses penyakit anaknya
Kurangnya informasi
Kurangnya pengetahuan
Ansietas orang tua
Ansietas orang tua
5
DS:   Orang tua pasien mengatakan belum tahu cara perawatan anaknya
DO: - Orang tua bertanya-tanya tentang cara perawatan anaknya
Kurangnya informasi
Kurangnya pengetahuan tentang cara perawatan anak
Kurangnya pengetahuan orang tua tentang perawatan anaknya

4.  Diagnosa Keperawatan
1.       Bersihan jalan nafas tidak efektif sehubungan dengan peningkatan produksi sputum
2.       Kurangnya volume cairan dari kebutuhan tubuh sehubungan dengan demam dan intake yang kurang
3.       Gangguan pola tidur sehubungan dengan batuk dan sesak nafas
4.       Ansietas orang tua berhubungan dengan sesak nafas anak dan hospitalisasi
5.       Kurangnya pengetahuan orang tua tentang cara perawatan ananya sehubungan dengan kurangnya informasi






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar